Senin, 18 April 2011

Efek Dahsyat Kontak Mata




Anda pasti sering mendengar istilah "dari mata turun ke hati". Istilah itu menggambarkan bagaimana tatapan mata bisa membuat seseorang jatuh cinta. Bermain mata dengan pria incaran memang cara menggoda yang seru.

Kontak mata yang dalam bisa jadi petunjuk bagi pria incaran bahwa Anda mulai membuka diri padanya, mengagumi, dan ingin mengetahui banyak hal terkait dirinya. Tatapan mata yang dalam bahkan bisa memicu aliran kebahagiaan, sekaligus ketidaknyamanan mendadak. Tentu Anda penasaran apa penyebabnya.

Hal ini ternyata akibat peranan hormon oksitosin, atau sering juga disebut hormon cinta. Oksitosin akan dilepaskan tubuh, ketika Anda merasa terikat dengan seseorang, baik secara emosional atau fisik. Menurut artikel dalam Journal Biological Psychiatry, yang dilansir dari Divine Caroline, oksitosin adalah alasan utama mengapa seseorang melakukan kontak mata yang panjang dengan orang yang dikasihinya.

Dr. Kerstin Uväs-Moberg, penulis buku "The Oxytocin Factor", percaya bahwa dengan kontak mata tubuh akan melepaskan hormon oksitosin. Bukan hanya membuat seseorang bisa jatuh cinta, kontak mata juga bisa membangkitkan kembali keintiman pasangan yang hubungannya mulai renggang. Saling menatap secara mendalam ternyata dapat menghidupkan kembali perasaan yang terlupakan.

Bukan hanya itu, kontak mata menurut penelitian yang dilakukan tim dari Tufts University, berhubungan langsung dengan kondisi emosi dan berdampak pada perilaku. Dengan menatap mata seseorang secara dalam, bisa membuatnya berbicara lebih jujur.

Kontak mata memang hanya aktivitas sederhana. Tetapi, efeknya luar biasa. Mulai dari membuat jatuh cinta, mengembalikan perasaan intim, hingga membuat seseorang jadi lebih jujur.

Wanita Lebih Suka Pria yang Sulit Dibaca?



Cinta memang penuh misteri. Terkadang misteri pada cinta yang mendorong kita untuk semakin menyelaminya. Mungkin ini salah satu jawaban mengapa wanita lebih tertarik pada pria yang sulit untuk dibaca perasaannya dibandingkan pria yang dapat dengan mudah ditebak.

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Zoë Ruderman mencoba membuktikannya. Penelitian yang dipublikasikan dalam the Journal Psychological Science ini membuktikan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu lebih keras untuk menarik perhatian orang yang lebih susah dibaca.

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswi di Universitas Virginia dengan memperlihatkan profil Facebook mereka kepada empat pria. Peneliti memberitahu partisipan bahwa profil Facebook-nya telah dilihat oleh empat orang pria.

Kelompok mahasiswi pertama diberitahu bahwa pria tersebut menyukai profilnya. Sedangkan kelompok lainnya diberitahu bahwa pria tersebut memiliki perasaan yang biasa saja terhadapnya. Kelompok ketiga diberitahu bahwa pria tersebut tidak memberitahu bagaimana perasaan mereka terhadapnya.

Responden yang mengetahui pria tertarik dengannya merasakan ketertarikan yang sama. Namun, responden yang tidak tahu apa yang dirasakan pria yang melihat profil Facebooknya, merasakan ketertarikan yang lebih besar terhadap pria tersebut.

Setali tiga uang dengan penelitian tersebut, sebuah artikel pada ScienceDaily.com yang dikutip oleh laman Yahoo! Shine pun menjelaskan, "Jika Sarah tidak yakin dengan perasaan Bob, hal ini dapat mendorong Sarah untuk menghabiskan lebih banyak waktu berpikir tentang Bob, bertanya tentan perasaannya. Semakin dia memikirkan Bob, semakin menarik Bob baginya."

8 Cara Hindari Perang Mulut



Cinta memang rumit untuk dipahami. Terkadang masalah sepele dapat menjadi sumber pertengkaran Anda dan pasangan.

Walaupun pertengkaran termasuk bumbu cinta, namun jangan biarkan kebiasaan ini berlarut-larut. Agar pertengkaran tidak memaksa Anda mengakhiri hubungan dengan pasangan, berikut sembilan cara yang bisa Anda terapkan, seperti dikutip laman Yahoo! Shine:

1. Posisikan diri Anda terlebih dahulu
Orang yang menghabiskan waktu memperbaiki diri mereka sendiri akan lebih bahagia dibandingkan mereka yang menempatkan kebutuhan pasangan mereka terlebih dahulu. "Ketika Anda mengembangkan keinginan Anda, Anda memiliki kelebihan untuk mengajarkan orang lain," ujar Gary Lewandowski Jr., Ph.D., dari Universitas Monmouth, New Jersey.

Dengan berusaha memperbaiki diri sendiri, pasangan akan melihat usaha Anda dalam memperbaiki hubungan kalian. Pasangan juga bisa belajar lebih menghargai Anda dan melihat pada kesalahannya.

2. Tidurlah ketika marah
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California menemukan bahwa orang seringkali menyelesaikan masalah selama mengalami Rapid Eye Movement (REM). "Ketika tidur, otak menyusun kenangan, menggabungkan kenangan lama dan ide-ide baru untuk mendatangkan solusi," ujar penulis studi, Sara Mednick, Ph.D.

3. Hormati privasi hubungan Anda
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan Anda, apakah Anda curhat online? Jika Anda melakukan publikasi online pada Facebook, misalnya, maka orang lain yang membacanya pun akan ikut gelisah terhadap hubungan Anda, dan akan menanyakan hal tersebut kepada Anda. Hal tersebut justru membuat Anda tertekan. Pasangan pun akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

4. Hindari teman yang memberikan pengaruh negatif
Penelitian yang dilakukan Universitas Brown menemukan kecenderungan perpisahan pada pasangan dipengaruhi oleh perpisahan yang dilakukan sahabat. Hubungan Anda juga dapat dipengaruhi perpisahan yang dilakukan oleh teman kerja Anda sebanyak 33%.

5. Pisahkan waktu bekerja dan santai
"Jika Anda selalu bekerja dan tidak ada pembagian antara kantor dan rumah, maka Anda kan menemukan tekanan dalam hubungan," ujar Dr. Scott Haltzman, penulis 'The Secrets of Happily Married Women'. Tetapkan batas waktu bekerja, lalu gunakan sisa waktu untuk bersantai bersama
sebelum tidur.

6. Pekerjakan pembantu rumah tangga
Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan pernikahan, seorang istri pasti akan selalu disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih dalam rumah. Sedangkan seorang suami biasanya hanya berperan sedikit dalam aktivitas tersebut. Jika kegiatan ini menjadi sumber masalah baru, sudah saat Anda memperkerjakan pembantu rumah tangga. Anda dan pasangan pun dapat menikmati waktu bersama dengan hal yang menyenangkan.

7. Menyusun rencana pengeluaran bersama
Pasangan berpisah bukan karena tidak memiliki uang, tapi karena mereka tidak sepakat dengan cara mengatur keuangan. "Diskusikan keuangan kalian setiap bulan adalah hal yang sangat penting," ujar penasihat keuangan Manisha Thakor. Mengatur keuangan bersama akan membangun kesamaan pikiran Anda berdua untuk jangka panjang.

8. Seks singkat
Seks singkat mungkin tampak tidak romantis, tapi ledakan singkat gairah yang Anda dan pasangan rasakan akan membuat Anda berdua semakin terikat. Hal ini dikarenakan lepasnya hormon dopamin dan oksitoksin.


semoga ilmu gua bermanfaat ,
hehe.
:D

Mendidik Anak Tidak Boros



Di era konsumerisme seperti saat ini membuat banyak anak minta dibelikan banyak hal dari orangtuanya. Agar anak bisa mengikuti perkembangan zaman, tak sedikit orangtua yang sering memanjakan anak-anak dengan barang-barang mahal.

Masalahnya, kebiasaan itu bisa membuat buah hati tumbuh menjadi anak boros. Yang perlu orangtua lakukan adalah mengajarkan anak berhemat sejak dini. Bingung bagaimana mengajarkan mereka? Ikuti trik-trik berikut seperti yang telah dilansir oleh laman Yahoo! Shine.

1. Ajak mereka menyusun keuangan keluarga
Menyusun keuangan rumah tangga memang membosankan apalagi untuk anak kecil yang belum mengetahui apa pun terkait masalah keuangan. Namun, aktivitas ini dapat membuat mereka mengerti keperluan apa saja yang menghabiskan uang orangtuanya. Ketika mereka melihat tidak ada sisa dari pendapatan orangtua, mereka akan berhenti merengek untuk sesuatu yang tidak mereka miliki.

2. Biarkan mengatur keuangan mereka
Anda dapat memberikan anak uang saku sebulan sekali dan memasukkannya ke dalam rekening tabungan di bank atas nama mereka. Biarkan mereka mengaturnya sendiri. Namun, katakan pada mereka bahwa Anda tidak akan memberikan uang saku tambahan jika uang saku per bulan mereka habis.

Katakan juga jika mereka ingin membeli barang yang mereka inginkan, mereka harus berusaha lebih keras dalam menabung dan membeli barang tersebut dari hasil tabungannya. Dengan membuat tabungan di bank atas nama anak, mereka bisa mengerti menggunakan uang mereka dengan bijak. Mereka akan membeli barang, karena mereka memerlukannya bukan karena mereka ingin.

Anda juga dapat memberikan anak yang masih sangat kecil sebuah rekening buatan dengan buku yang menyerupai buku tabungan. Bantu mereka menulis pemasukan dan pengeluaran mereka setiap minggu. Setiap kali mereka meminta barang, Anda dapat menguranginya dari buku tersebut.
Ketika mereka tidak lagi memiliki uang di dalam 'buku tabungannya', mereka tidak akan merengek untuk meminta Anda membelikan barang keinginannya.

3. Ajak anak saat membayar tagihan
Sesekali ajak anak-anak Anda membayar tagihan seperti listrik ataupun pajak. Dengan ini mereka pun akan mengerti sistem pembayaran di negara mereka.

4. Ikut sertakan mereka dalam rencana keluarga
Dengan mengikutsertakan mereka dalam sebuah tujuan bersama, ikatan Anda dan keluarga akan lebih kuat. Contohnya, rencanakan sebuah liburan bersama di suatu tempat, ikut sertakan mereka dalam penyusunan rencana keuangan yang akan dihabiskan untuk rencana liburan. Cara ini dapat memberikan pengajaran bagi mereka terkait keungan dan menetapkan target.

5. Konsisten
Ajarkan mereka untuk konsisten dengan pengaturan keuangan mereka. Jika perlu tetap periksa buku tabungan mereka dan tanyakan untuk keperluan apa saja mereka menghabiskan uangnya.

Seni Ciuman Tak Terlupakan



Memberikan ciuman kepada pasangan bisa menjadi kado romantis dan tak terlupakan. Melalui ciuman, si dia akan merasakan betapa Anda menyayanginya.

Tapi, untuk memberikan kesan seperti itu, Anda perlu memberikan gaya berciuman yang bisa membuatnya 'melayang'.

Ingin tahu cara memberikan ciuman yang sempurna? Berikut ini aturan-aturan sederhana yang boleh Anda jadikan pedoman, dikutip dari Times of India.

Tatap matanya
Saat duduk berdekatan, mulailah berikan tatapan ke dalam matanya. Percaya atau tidak, tatapan mata bisa mengirimkan setrum yang menggetarkan. Tatapan ini juga mengartikan bahwa Anda ingin lebih dekat dengannya.

Beri senyuman 'nakal'

Memberi si sia senyuman menggoda akan membuatnya makin penasaran. Mulailah lemparkan senyum kecil padanya. Sedetik kemudian lihat bagaimana dia bereaksi.

Lakukan secara perlahan
Jangan terlalu terburu-buru menyentuh bibirnya. Jika si dia melempar senyuman, Anda pun sudah mendapatkan sinyal untuk melakukan gerakan berikutnya. Lakukan perlahan, karena bergerak terlalu cepat akan menimbulkan makna Anda terlalu bernafsu. Perlu diingat ciuman yang lembut dan lambat akan terasa lebih sensual.

Sentuhan ringan pada wajah
Hal ini akan meningkatkan rasa keintiman Anda berdua. Untuk pria, sebelum memberikan ciuman beri sentuhan pada helai rambut wanita. Dan untuk wanita, sebelum memberikan ciuman sentuh pipinya agar terasa makin menggelora.

Santai
Pastikan kondisi bibir Anda santai. Dan alangkah baiknya, jika Anda selalu melembabkan bibir sebelum memberikan kecupan. Buatlah peraturan ini ketika Anda berada dalam suatu hubungan, baik pria maupun wanita. Dan ingat jangan terlalu lebar membuka bibir dan jangan juga membiarkan bibir dalam kondisi terlalu tertutup.

Tutup mata Anda
Beberapa orang merasa canggung jika mata pasangan mereka terbuka. Dengan mata tertutup, ciuman akan terasa menggetarkan.

Saatnya beraksi
Pastikan untuk tidak menarik diri terlalu cepat saat ciuman berlangsung. Rasakan dan nikmati sensasinya. Dan ketika hendak menarik diri, jangan lupa kembali melihat matanya, dan berikan senyuman, pelukan atau bisikan. Ingat, ciuman yang sempurna ketika Anda dan pasangan memiliki akhir yang sempurna.

3 Pelajaran Cinta Berharga dari Si Lajang



Memiliki pasangan yang memahami Anda bisa menjadi hal sangat menyenangkan. Namun terkadang, kenyamanan Anda bersama pasangan bisa menjadikan percikan-percikan cinta memudar.

Di saat seperti ini, coba perhatikan kebiasaan teman lajang saat mencari Mr. Right. Kebiasaan mereka ini bisa jadi pelajaran berharga untuk hubungan Anda.

Berikut 3 hal harus Anda praktikkan dengan pasangan, agar hubungan makin langgeng, seperti yang dikutip laman She knows.

1. Saling menggoda
Ketika hubungan sudah berjalan cukup lama, Anda dan pasangan bisa melupakan semua tentang keasyikan saling menggoda. Tak bisa dipungkiri menggoda adalah bagian dari kehidupan si lajang. Namun, jangan pernah berpikir bahwa Anda sudah memiliki pasangan dan Anda tidak perlu lagi saling menggoda.

Godalah si dia lewat cara Anda menanggapi leluconnya, atau beri si dia perhatian lebih, serta cobalah untuk lebih peka terhadap perasaannya, atau hanya bersandar di bahunya. Pasangan akan menghargai semua perhatian Anda, dan hubungan pun akan semakin hangat.

2. Berdandan
Makin lama hubungan, kecenderungan Anda tidak menghiraukan penampilan karena telah merasa nyaman akan semakin besar. Kaus longgar dan celana lusuh akan menggantikan pakaian seksi Anda.

Padahal, jika Anda berdandan natural saat menemaninya sarapan atau makan malam akan menjadikan hari yang menyenangkan untuk Anda berdua. Jadi, di lain kesempatan gunakan sesuatu yang membuatnya tidak berhenti menatap Anda.

3. Pergilah bersama
Habiskanlah waktu dengan pergi menonton pertunjukan musik, drama, atau mencoba restoran baru bersama. Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk aktivitas baru ini. Yang perlu Anda dan pasangan Anda lakukan hanya menghabiskan waktu di luar sesekali untuk menjaga hubungan tetap menarik.

Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata



Setiap orang ingin memiliki hubungan percintaan yang langgeng sampai akhir hayat. Masalahnya, untuk menjaga hubungan tetap awet tidaklah mudah.

Ingin tahu seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya.

Menurut para peneliti, Anda dapat memprediksi bagaimana perasaan pasangan Anda dengan mengujinya menggunakan beberapa kata. Uniknya, hal ini lebih akurat dibandingkan menanyakan langsung kepada pasangan.

Pada sebuah penelitian, responden diperlihatkan kata-kata yang bersifat positif seperti 'perdamaian' dan 'berbagi, serta ditunjukan pula kata-kata yang bersifat negatif seperti 'bersedih' dan 'permusuhan'. Bersamaan dengan itu, para responden diminta untuk menggambarkan pasangan mereka.

Pada tes pertama, mereka diminta untuk menekan tombol setiap kali mereka melihat kata-kata positif dan kata-kata yang terkait dengan pasangan mereka. Pada tes kedua, mereka juga melakukan hal sama setiap kali mereka melihat kata-kata negatif dan kata-kata yang menggambarkan pasangan mereka.

Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah 'hubungan yang rusak' yang memiliki risiko berpisah cukup besar.

Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.

"Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka," kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

"Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya," Rogge menambahkan.