Senin, 18 April 2011

Bisakah Berteman dengan Mantan Kekasih?




Ungkapan "kita tetap bisa berteman" sering terlontar ketika hubungan berakhir. Tetapi bisakah Anda dan mantan kekasih tetap menjalin pertemanan setelah hubungan beakhir?

Faktanya, berteman dengan mantan kekasih sangat sulit dilakukan. Perasaan cemburu ketika ia bersama dengan orang lain bisa saja muncul. Hal ini bisa saja membuat sakit hati, meskipun Anda mengatakan "baik-baik saja". Untuk itu ketahui lima alasan sulit berteman dengan mantan kekasih, yang dikutip dari Stylecaster.

1. Risiko jatuh cinta lagi
Hanya karena Anda dan mantan tidak lagi menjalin hubungan, bukan berarti gejolak perasaan otomatis hilang. Seringnya bertemu dan berbicara , bukan tidak mungkin Anda kembali menjalin hubungan dengannya. Jadi, jika Anda bertekad untuk melepaskan diri darinya, jangan menjalin pertemanan.

2. Lebih sulit menemukan pasangan baru
Teman artinya bisa dihubungi untuk diajak berbicara atau menemani. Akan sangat aneh jika Anda dan mantan kekasih tetap saling menghubungi dan menemani. Hal ini hanya akan membuat Anda 'tidak bergerak'. Tentunya makin sulit membuka hati demi mencari kekasih baru.

3. Cemburu
Anda bisa saja mengatakan kalau perasaan sudah menetral. Atau, sudah tidak memiliki perasaan suka pada mantan. Tetapi tetap saja, hati tidak bisa dibohongi. Rasa cemburu bisa saja muncul saat mantan memiliki kekasih baru, sementara Anda masih melajang.

4. Tanpa komitmen
Jika setelah putus, Anda tetap bertemu dan berbicara dengan si dia, sama saja tidak ada berubah. Hubungan tetap berjalan namun tanpa komitmen dan ini bisa malah makin menyakitkan. Ingatlah, hubungan emosional tidak akan putus, jika Anda masih berinteraksi pada tingkat emosi.


dan gua sebagai penulis ,
ini merupakan contoh dari beberapa pengalaman gua dengan mantan ,
hehehe,
:D

Cara Sehat Membunuh Sepi



Tak ada teman. Tak ada kegiatan. Jangan biarkan diri terjebak dalam kesendirian yang membosankan. Ciptakan pengalaman positif agar terhindar dari kegiatan tak berguna dan membosankan.

Berikut empat alternatif menyenangkan yang bisa Anda coba dalam menikmati kesendirian, seperti dikutip dari She Knows:

1. Bergelut dengan buku
Ini mungkin menjadi hal yang tampak biasa. Tapi bagi mereka yang terbiasa larut dengan aktivitas di luar ruang, sejumlah buku seperti novel mungkin bisa menjadi teman di kala sepi. Anda bisa mulai mencari rekomendasi dari teman, berkunjung ke toko buku, atau bisa mencari buku terlaris dan terbaru untuk mencari inspirasi.

2. Yang berbau seni
Keluarlah dari rumah dan pergilah ke sebuah galeri seni atau museum jika Anda punya waktu luang dan sedang bosan dengan kesendirian. Anda bisa melihat-lihat pameran seni yang menarik, benda-benda artistik serta benda yang bernilai sejarah di galeri atau museum. Semua tidak masalah Anda lakukan sendirian.

3. Memanjakan diri
Saat sendiri dan sedang terbebas dari rutinitas melelahkan, cobalah pergi ke spa. Manjakan tubuh dengan facial, pijat refleksi, dan sejumlah layanan lainnya bisa sedikit memulihkan kelelahan. Anda bisa merasa cantik, segar dan kembali bergairah.

4. Menikmati hidup
Menghabiskan waktu sendiri bukan berarti Anda harus di rumah dengan celana pendek dan sejumlah camilan. Anda bisa keluar rumah untuk makan malam, atau nonton film di bioskop. Anda tidak perlu menunggu pasangan untuk melakukannya. Menikmati sejumlah makanan ringan dengan secangkir kopi di cafe, seraya membaca buku, cukup membunuh sepi

Kenapa Wanita Sulit Berkata 'Tidak' pada Pria




Makin banyak wanita masa kini yang mandiri dalam berbagai hal. Namun di balik kekuatan dan ketegasan wanita, tidak sedikit dari mereka yang mudah luluh di depan pria. Akibatnya, mereka sulit berkata 'tidak' pada pasangannya.

Mengapa banyak wanita merasa percaya di sejumlah bagian kehidupannya, namun seringkali tak bisa berkata 'tidak'pada pasangannya? Simak 4 alasan yang diungkap empat pakar hubungan asmara, seperti dikutip dari lama Betty Confidential berikut ini:

1. "Wanita cenderung lebih sensitif dan perhatian pada orang lain. Mereka peduli tentang emosi, sehingga mudah berempati dengan rasa sakit dari penolakan dan tidak ingin menimbulkan rasa sakit pasangannya" - Dr. Kenneth Ryan, penulis 'Finding Your Prince in a Sea of Toads: How to Find a Quality Guy Without Getting Your Heart Shredded'.

2. "Wanita takut merasa sendirian. Sulit berkata 'tidak', seringkali menjadi alasan wanita takut kehilangan atau ditinggal pasangannya” – Julie Melillo, pakar perkawinan dari Manhattan, NY, AS.

3. "Merasa tidak percaya diri. Mereka takut tak ada pria lain yang lebih baik dari pasangannya" – Maria Avgitidis, mak comblang ternama di NYC.

4. "Wanita mudah merasa bersalah. Tidak sedikit wanita punya anggapan jika menolak keinginan pasangannya, menandakan mereka egois – Jaymes Ian Woode, penulis '101 Behaviors a Guy Needs to Understand about His Woman'.

Efek Dahsyat Kontak Mata




Anda pasti sering mendengar istilah "dari mata turun ke hati". Istilah itu menggambarkan bagaimana tatapan mata bisa membuat seseorang jatuh cinta. Bermain mata dengan pria incaran memang cara menggoda yang seru.

Kontak mata yang dalam bisa jadi petunjuk bagi pria incaran bahwa Anda mulai membuka diri padanya, mengagumi, dan ingin mengetahui banyak hal terkait dirinya. Tatapan mata yang dalam bahkan bisa memicu aliran kebahagiaan, sekaligus ketidaknyamanan mendadak. Tentu Anda penasaran apa penyebabnya.

Hal ini ternyata akibat peranan hormon oksitosin, atau sering juga disebut hormon cinta. Oksitosin akan dilepaskan tubuh, ketika Anda merasa terikat dengan seseorang, baik secara emosional atau fisik. Menurut artikel dalam Journal Biological Psychiatry, yang dilansir dari Divine Caroline, oksitosin adalah alasan utama mengapa seseorang melakukan kontak mata yang panjang dengan orang yang dikasihinya.

Dr. Kerstin Uväs-Moberg, penulis buku "The Oxytocin Factor", percaya bahwa dengan kontak mata tubuh akan melepaskan hormon oksitosin. Bukan hanya membuat seseorang bisa jatuh cinta, kontak mata juga bisa membangkitkan kembali keintiman pasangan yang hubungannya mulai renggang. Saling menatap secara mendalam ternyata dapat menghidupkan kembali perasaan yang terlupakan.

Bukan hanya itu, kontak mata menurut penelitian yang dilakukan tim dari Tufts University, berhubungan langsung dengan kondisi emosi dan berdampak pada perilaku. Dengan menatap mata seseorang secara dalam, bisa membuatnya berbicara lebih jujur.

Kontak mata memang hanya aktivitas sederhana. Tetapi, efeknya luar biasa. Mulai dari membuat jatuh cinta, mengembalikan perasaan intim, hingga membuat seseorang jadi lebih jujur.

Wanita Lebih Suka Pria yang Sulit Dibaca?



Cinta memang penuh misteri. Terkadang misteri pada cinta yang mendorong kita untuk semakin menyelaminya. Mungkin ini salah satu jawaban mengapa wanita lebih tertarik pada pria yang sulit untuk dibaca perasaannya dibandingkan pria yang dapat dengan mudah ditebak.

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh Zoë Ruderman mencoba membuktikannya. Penelitian yang dipublikasikan dalam the Journal Psychological Science ini membuktikan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu lebih keras untuk menarik perhatian orang yang lebih susah dibaca.

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswi di Universitas Virginia dengan memperlihatkan profil Facebook mereka kepada empat pria. Peneliti memberitahu partisipan bahwa profil Facebook-nya telah dilihat oleh empat orang pria.

Kelompok mahasiswi pertama diberitahu bahwa pria tersebut menyukai profilnya. Sedangkan kelompok lainnya diberitahu bahwa pria tersebut memiliki perasaan yang biasa saja terhadapnya. Kelompok ketiga diberitahu bahwa pria tersebut tidak memberitahu bagaimana perasaan mereka terhadapnya.

Responden yang mengetahui pria tertarik dengannya merasakan ketertarikan yang sama. Namun, responden yang tidak tahu apa yang dirasakan pria yang melihat profil Facebooknya, merasakan ketertarikan yang lebih besar terhadap pria tersebut.

Setali tiga uang dengan penelitian tersebut, sebuah artikel pada ScienceDaily.com yang dikutip oleh laman Yahoo! Shine pun menjelaskan, "Jika Sarah tidak yakin dengan perasaan Bob, hal ini dapat mendorong Sarah untuk menghabiskan lebih banyak waktu berpikir tentang Bob, bertanya tentan perasaannya. Semakin dia memikirkan Bob, semakin menarik Bob baginya."

8 Cara Hindari Perang Mulut



Cinta memang rumit untuk dipahami. Terkadang masalah sepele dapat menjadi sumber pertengkaran Anda dan pasangan.

Walaupun pertengkaran termasuk bumbu cinta, namun jangan biarkan kebiasaan ini berlarut-larut. Agar pertengkaran tidak memaksa Anda mengakhiri hubungan dengan pasangan, berikut sembilan cara yang bisa Anda terapkan, seperti dikutip laman Yahoo! Shine:

1. Posisikan diri Anda terlebih dahulu
Orang yang menghabiskan waktu memperbaiki diri mereka sendiri akan lebih bahagia dibandingkan mereka yang menempatkan kebutuhan pasangan mereka terlebih dahulu. "Ketika Anda mengembangkan keinginan Anda, Anda memiliki kelebihan untuk mengajarkan orang lain," ujar Gary Lewandowski Jr., Ph.D., dari Universitas Monmouth, New Jersey.

Dengan berusaha memperbaiki diri sendiri, pasangan akan melihat usaha Anda dalam memperbaiki hubungan kalian. Pasangan juga bisa belajar lebih menghargai Anda dan melihat pada kesalahannya.

2. Tidurlah ketika marah
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California menemukan bahwa orang seringkali menyelesaikan masalah selama mengalami Rapid Eye Movement (REM). "Ketika tidur, otak menyusun kenangan, menggabungkan kenangan lama dan ide-ide baru untuk mendatangkan solusi," ujar penulis studi, Sara Mednick, Ph.D.

3. Hormati privasi hubungan Anda
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan Anda, apakah Anda curhat online? Jika Anda melakukan publikasi online pada Facebook, misalnya, maka orang lain yang membacanya pun akan ikut gelisah terhadap hubungan Anda, dan akan menanyakan hal tersebut kepada Anda. Hal tersebut justru membuat Anda tertekan. Pasangan pun akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

4. Hindari teman yang memberikan pengaruh negatif
Penelitian yang dilakukan Universitas Brown menemukan kecenderungan perpisahan pada pasangan dipengaruhi oleh perpisahan yang dilakukan sahabat. Hubungan Anda juga dapat dipengaruhi perpisahan yang dilakukan oleh teman kerja Anda sebanyak 33%.

5. Pisahkan waktu bekerja dan santai
"Jika Anda selalu bekerja dan tidak ada pembagian antara kantor dan rumah, maka Anda kan menemukan tekanan dalam hubungan," ujar Dr. Scott Haltzman, penulis 'The Secrets of Happily Married Women'. Tetapkan batas waktu bekerja, lalu gunakan sisa waktu untuk bersantai bersama
sebelum tidur.

6. Pekerjakan pembantu rumah tangga
Tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan pernikahan, seorang istri pasti akan selalu disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih dalam rumah. Sedangkan seorang suami biasanya hanya berperan sedikit dalam aktivitas tersebut. Jika kegiatan ini menjadi sumber masalah baru, sudah saat Anda memperkerjakan pembantu rumah tangga. Anda dan pasangan pun dapat menikmati waktu bersama dengan hal yang menyenangkan.

7. Menyusun rencana pengeluaran bersama
Pasangan berpisah bukan karena tidak memiliki uang, tapi karena mereka tidak sepakat dengan cara mengatur keuangan. "Diskusikan keuangan kalian setiap bulan adalah hal yang sangat penting," ujar penasihat keuangan Manisha Thakor. Mengatur keuangan bersama akan membangun kesamaan pikiran Anda berdua untuk jangka panjang.

8. Seks singkat
Seks singkat mungkin tampak tidak romantis, tapi ledakan singkat gairah yang Anda dan pasangan rasakan akan membuat Anda berdua semakin terikat. Hal ini dikarenakan lepasnya hormon dopamin dan oksitoksin.


semoga ilmu gua bermanfaat ,
hehe.
:D

Mendidik Anak Tidak Boros



Di era konsumerisme seperti saat ini membuat banyak anak minta dibelikan banyak hal dari orangtuanya. Agar anak bisa mengikuti perkembangan zaman, tak sedikit orangtua yang sering memanjakan anak-anak dengan barang-barang mahal.

Masalahnya, kebiasaan itu bisa membuat buah hati tumbuh menjadi anak boros. Yang perlu orangtua lakukan adalah mengajarkan anak berhemat sejak dini. Bingung bagaimana mengajarkan mereka? Ikuti trik-trik berikut seperti yang telah dilansir oleh laman Yahoo! Shine.

1. Ajak mereka menyusun keuangan keluarga
Menyusun keuangan rumah tangga memang membosankan apalagi untuk anak kecil yang belum mengetahui apa pun terkait masalah keuangan. Namun, aktivitas ini dapat membuat mereka mengerti keperluan apa saja yang menghabiskan uang orangtuanya. Ketika mereka melihat tidak ada sisa dari pendapatan orangtua, mereka akan berhenti merengek untuk sesuatu yang tidak mereka miliki.

2. Biarkan mengatur keuangan mereka
Anda dapat memberikan anak uang saku sebulan sekali dan memasukkannya ke dalam rekening tabungan di bank atas nama mereka. Biarkan mereka mengaturnya sendiri. Namun, katakan pada mereka bahwa Anda tidak akan memberikan uang saku tambahan jika uang saku per bulan mereka habis.

Katakan juga jika mereka ingin membeli barang yang mereka inginkan, mereka harus berusaha lebih keras dalam menabung dan membeli barang tersebut dari hasil tabungannya. Dengan membuat tabungan di bank atas nama anak, mereka bisa mengerti menggunakan uang mereka dengan bijak. Mereka akan membeli barang, karena mereka memerlukannya bukan karena mereka ingin.

Anda juga dapat memberikan anak yang masih sangat kecil sebuah rekening buatan dengan buku yang menyerupai buku tabungan. Bantu mereka menulis pemasukan dan pengeluaran mereka setiap minggu. Setiap kali mereka meminta barang, Anda dapat menguranginya dari buku tersebut.
Ketika mereka tidak lagi memiliki uang di dalam 'buku tabungannya', mereka tidak akan merengek untuk meminta Anda membelikan barang keinginannya.

3. Ajak anak saat membayar tagihan
Sesekali ajak anak-anak Anda membayar tagihan seperti listrik ataupun pajak. Dengan ini mereka pun akan mengerti sistem pembayaran di negara mereka.

4. Ikut sertakan mereka dalam rencana keluarga
Dengan mengikutsertakan mereka dalam sebuah tujuan bersama, ikatan Anda dan keluarga akan lebih kuat. Contohnya, rencanakan sebuah liburan bersama di suatu tempat, ikut sertakan mereka dalam penyusunan rencana keuangan yang akan dihabiskan untuk rencana liburan. Cara ini dapat memberikan pengajaran bagi mereka terkait keungan dan menetapkan target.

5. Konsisten
Ajarkan mereka untuk konsisten dengan pengaturan keuangan mereka. Jika perlu tetap periksa buku tabungan mereka dan tanyakan untuk keperluan apa saja mereka menghabiskan uangnya.