Senin, 18 April 2011

Ukur Kebahagiaan Cinta Lewat Kata



Setiap orang ingin memiliki hubungan percintaan yang langgeng sampai akhir hayat. Masalahnya, untuk menjaga hubungan tetap awet tidaklah mudah.

Ingin tahu seberapa besar rasa cinta pasangan pada Anda? Coba berikan tes psikologi padanya.

Menurut para peneliti, Anda dapat memprediksi bagaimana perasaan pasangan Anda dengan mengujinya menggunakan beberapa kata. Uniknya, hal ini lebih akurat dibandingkan menanyakan langsung kepada pasangan.

Pada sebuah penelitian, responden diperlihatkan kata-kata yang bersifat positif seperti 'perdamaian' dan 'berbagi, serta ditunjukan pula kata-kata yang bersifat negatif seperti 'bersedih' dan 'permusuhan'. Bersamaan dengan itu, para responden diminta untuk menggambarkan pasangan mereka.

Pada tes pertama, mereka diminta untuk menekan tombol setiap kali mereka melihat kata-kata positif dan kata-kata yang terkait dengan pasangan mereka. Pada tes kedua, mereka juga melakukan hal sama setiap kali mereka melihat kata-kata negatif dan kata-kata yang menggambarkan pasangan mereka.

Jika seseorang lebih mudah dan cepat menemukan kata-kata yang menyenangkan atau positif mengenai pasangannya, menurut para peneliti, mereka memiliki hubungan yang kuat dan langgeng. Tetapi jika terjadi sebaliknya, pasangan itu mengarah ke sebuah 'hubungan yang rusak' yang memiliki risiko berpisah cukup besar.

Sebanyak 222 orang terlibat dalam penelitian. Hanya 116 orang yang melakukan tes lanjutan. Dari responden yang terlibat, sebesar 16 persen atau 19 orang di antaranya mengalami perpisahan. Hasil tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh para peneliti.

"Hal yang mengejutkan dari penelitian kami adalah bahwa tes yang dilakukan bisa mengukur dengan baik dalam memprediksi apa yang terjadi pada hubungan mereka, dibandingkan dengan apa yang dikatakannya tentang hubungan mereka," kata salah satu peneliti, Profesor Ronald Rogge, seperti dikutip dari laman Daily Mail.

"Seseorang yang menunjukkan perasaan negatif pada pasangan berisiko tujuh kali lebih mungkin untuk putus hubungan pada tahun berikutnya," Rogge menambahkan.

Mengapa Wanita Sulit Lupakan Masa Lalu



Pernahkah Anda merasa menyesal atas kegagalan hubungan di masa lalu? Penelitian Universitas Northwestern, Chicago, menunjukkan, wanita cenderung sibuk berpikir tentang penyebab hancurnya hubungan usai patah hati.

Dalam penelitian yang dilakukan melalui survei terhadap 370 orang usia 19 hingga 103 tahun itu, banyak wanita menyalahkan diri sendiri karena bersikap egois selama menjalin hubungan asmara.

Penelitian yang akan dipublikasikan di jurnal Psychological & Personality Science itu menunjukkan, sebanyak 44 persen wanita mengaku pernah berbuat salah yang memicu hancurnya hubungan dengan mantan pasangan. Sedangkan pria hanya 20 persen yang merasa bersalah atas kegagalan hubungan.

Jean Hannah Edelstein, psikolog hubungan asmara, mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa wanita merasa lebih bertanggung jawab terhadap hubungan secara emosional. "Wanita cenderung melibatkan perasaan untuk mengidentifikasi alasan di balik rusaknya suatu hubungan," ujarnya.

Wanita lebih cenderung rela menyalahkan diri sendiri atas masalah yang terjadi. Sedangkan pria cenderung memakai logika dalam menghadapi masalah. Hanya sedikit pria yang mengaku menyesal. Bahkan, banyak pria yang menganggap penyesalan justru sebagai sikap tidak 'jantan'.

"Menyesal terasa sangat buruk, tetapi perasaan menyesal adalah emosi yang dapat membantu. Rasakan dalam-dalam, lupakan dengan cepat dan maju dan gunakan untuk mendorong Anda mendapatkan perilaku baru yang akan membantu," kata Ketua Peneliti, Profesor Neal Roese.

Penyesalan cenderung terfokus pada keinginan untuk mengulang kembali hal yang telah terjadi, demi memperbaikinya. Jangan biarkan rasa ini menguasai pikiran. Sebab, semakin lama fokus pada penyesalan, Anda akan kehilangan banyak kesempatan baik dalam hidup.

Penelitian tersebut memperkuat anggapan bahwa wanita senang meratapi dan merefleksikan kegagalan. Kondisi ini pula yang seringkali membuat wanita sulit lepas dari jeratan kisah di masa lalu.

Mengapa Pria Kepergok Selingkuh Malah Marah



Siapa tak marah melihat pasangan selingkuh? Mereka yang menjadi korban pengkhianatan seharusnya paling berhak mengekspresikan kekecewaan. Tapi nyatanya, mereka yang selingkuh justru lebih emosional terhadap pasangan saat pengkhianatannya terbongkar.

Seperti dikutip dari laman Your Tango, pria yang kepergok selingkuh cenderung lebih mudah meluapkan emosinya demi mempertahankan ego.

Pria cenderung menggunakan emosi demi menutupi kesalahannya. Dalam kondisi terpojok lantaran kepergok selingkuh, mereka akan mudah mencari kesalahan pasangannya demi menyelamat harga dirinya.

Bahkan, bukan mustahil ia akan membuat situasi berbalik dengan menyudutkan pasangan sebagai biang keladi perselingkuhan. Pria akan mencari segala cara untuk menghindari 'serangan' yang membuatnya merasa sebagai pelaku kejahatan.

Pria yang melakukan pengkhianatan cenderung tak merasa terancam kehilangan hubungan karena sudah memiliki pasangan baru yang lebih menggairahkan hidupnya. Mereka kehilangan empati terhadap perasaan pasangannya. Ini terjadi karena mereka umumnya sudah merasa terpisah dari pasangannya.

Sikap agresif yang ditunjukkan pria selingkuh semacam itu seringkali juga sengaja dilakukan untuk mempercepat putusnya hubungan. Terbongkarnya perselingkuhan dijadikan momentum untuk benar-benar lepas dari pasangan utamanya.

Tatapan Maut Pikat Pujaan Hati



Tak perlu rayuan gombal untuk memikat sang pujaan hati. Yang perlu Anda lakukan hanya membuat tatapan mesra untuk menunjukkan perasaan terdalam.

Banyak orang fokus pada penampilan dan cara bicara. Namun ingat, mata adalah salah satu kekuatan yang tak kalah penting dalam menciptakan kesan baik dalam lima detik pertama. Kontak mata yang tepat terhadap sang pujaan akan membantu menyelesaikan 50 persen masalah penciptaan kesan baik.

Pengamat komunikasi dan bahasa tubuh berpendapat, kontak mata adalah cara mudah untuk menguasai sikap lawan bicara.

Seperti yang dikutip dari Time of India, empat langkah berikut bisa menjadi panduan memainkan mata untuk memikat sang pujaan:

Membangun
Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika bertemu orang lain adalah menatap matanya. Ekspresi percaya diri akan menciptakan kesan pertama yang positif. Tatapan mata yang membangun kesan positif ini bisa membentuk citra Anda sebagai sosok yang menarik.

Namun, jangan berlama-lama menatapnya. Jika terus-terusan menatap matanya justru akan membuatnya gerah dan mungkin dia menjadi takut. Tatap matanya dengan yakin. Saat dia membalasnya dengan tatapan serupa, maka sinyal yang baik telah terhubung. Anda telah diizinkan untuk maju dan memperkenalkan diri.

Mempertahankan
Setelah berhasil memulai percakapan, saatnya untuk langkah kedua. Selama terlibat dalam percakapan, pandangan Anda jangan kemana-mana. Tetap tatap matanya. Sebuah studi mengatakan, tatapan mata saat mendengar lawan berbicara rata-rata bertahan selama tiga detik. Anda harus melakukannya lebih!

Cobalah menahan pandangan terhadap lawan bicara minimal 5-7 detik. Ini menunjukan Anda memperhatikan dan peduli terhadap perkataannya. Akan menjadi efek dua arah. Jika Anda telah membuat orang merasa penting, berarti Anda akan menjadi sosok yang menarik baginya. Misi selesai!

Memaksimalkan
Yang tak kalah penting adalah bagaimana lawan bicara melihat Anda. Jangan ragu memainkan tatapan hingga efek terbaik. Mata Anda harus dalam kondisi prima dan memastikannya agar bisa mempesona. Ada banyak produk di pasaran yang bisa Anda gunakan untuk membantu menjaga tampilan mata tetap prima.

Memperluas
Mata yang besar menarik perhatian orang. Dan wanita dengan menggunakan bulu mata tambahan bisa pula menjadi alternatif untuk mata yang memukau para lelaki. Anda juga bisa menaikkan alis dan membuat kelopak mata sedikit rendah untuk membuat mata Anda tampak lebih besar.

Menggoda Mantan Kekasih di Facebook



Teknologi membantu orang-orang di dunia terhubung satu sama lain. Batas-batas ruang dan waktu sudah tidak ada lagi. Dengan bantuan jejaring sosial, seperti Facebook atau Twitter, Anda bisa kembali mencari dan terhubung dengan teman-teman lama dengan mudah, termasuk dengan mantan pacar.

Bukan tidak mungkin, ketika melihat dia di jejaring sosial, timbul kembali benih-benih asmara. Tergoda untuk menelisik perasaannya terhadap Anda dan berharap bisa rujuk? Panduan lewat zodiak si dia berikut mungkin bisa membantu Anda untuk mendekatinya kembali via jejaring sosial:

Aries
Langsung saja! Pemilik bintang Aries memiliki sifat yang terbuka. Jika Anda jujur mengungkapkan perasaan, ia akan menghargainya. Beri si dia sinyal dengan sering mengirimkan pesan berbau perhatian di akunnya. Jika dia masih memiliki perasaan yang sama, nantikan respon positif si dia.

Taurus
Tunjukkan siapa Anda dan ungkapkan apa yang telah Anda lakukan sejak kontak terakhir dengannya. Orang Taurus ingin mengetahui kabar terakhir Anda sekarang. Itu menjadi daya tariknya.

Gemini
Saat menegur di situs jejaring, tulis pesan dengan gaya Anda yang khas. Jadilah orang menyenangkan bagi Gemini. Gemini senang mengingat sifat Anda, yang dulu pernah membuatnya tertarik.

Cancer
Bersikaplah manis terhadap Cancer. Cancer adalah sosok perpaduan yang sempurna dari keras dan lembut, dia ingin mengingat cinta yang sama. Be yourself!

Leo
Anda butuh sedikit usaha. Sebagai ajang untuk unjuk diri, Leo ingin Anda cukup peduli dan memiliki inisiatif membuat janji bertemu. Jadi, jangan hanya berkomunikasi di situs jejaring. Ajak si dia untuk bertemu.

Virgo
Ingat secara rinci, Virgo menghargai hal-hal kecil yang Anda buat untuk mengingatkan hubungan Anda berdua di masa lalu. Upload foto Anda berdua saat masih bersama. Hal ini bisa membuatnya mengingat kenangan indah. Tapi, sebelum upload foto, cari tahu dulu apakah mantan kekasih sudah punya kekasih atau calon pacar.

Libra
Libra adalah sosok yang suka bergaul, diplomatis dan ingin hubungan yang saling menguntungkan. Jadi, ajak dia ngobrol di dunia maya sambil mengenang masa lalu seputar kebiasaan Anda dan si dia menghabiskan waktu yang menyenangkan.

Scorpio
Scorpio menghargai humor yang 'meremehkan' diri sendiri. Butuh keberanian untuk bersikap seperti itu. Ajak si dia untuk bertukar lelucon lewat fitur pesan di situs jejaring.

Sagitarius
Jadilah sosok yang memikat. Orang Sagitarius ingin mengetahui bahwa apakah rumput yang lebih hijau ada pada Anda? Jadi banggakan dan tunjukan semua keberhasilan Anda! Upload foto di Facebook Anda yang menonjolkan daya pikat Anda.

Capricorn
Ini tantangan buat Anda. Capricorn umumnya ingin tahu apa tujuan Anda mencarinya kembali. Jadi tugas Anda adalah tampil biasa-biasa saja, jangan terlalu menunjukkan diri.

Pisces
Anda harus membayangkan bagaimana jika Anda bertemu langsung dengannya. Berharaplah semuanya akan lancar karena menjalin kembali hubungan dengan Pisces membuat Anda akan merasakan banyak perubahan dalam dirinya.

Gambaran Otak Saat Jatuh Cinta



Ternyata bukan hanya cerita dalam dongeng kalau ada pasangan yang bisa merasakan jatuh cinta selamanya. Penelitian yang dilakukan Bianca Acevedo dan Arthur Aron dari Stony Brook University, membuktikannya melalui hasil pemindaian otak.

Mereka membandingkan korelasi saraf pada individu yang telah lama menikah dan mereka yang baru saja jatuh cinta. Hasilnya, ada kemiripan aktivitas otak yang berhubungan dengan motivasi, ganjaran dan keinginan pada tiap pasangan.

Tim peneliti menggunakan Magnetic Resonance Imaging (fMRI) untuk memindai otak 10 wanita dan tujuh pria. Mereka mengaku masih jatuh cinta dengan pasangannya setelah lebih dari 21 tahun menjalani pernikahan.

"Kami menemukan ada kemiripan yang sangat jelas antara seseorang yang menjalin hubungan cinta cukup lama dan yang baru saja jatuh cinta," kata Aron, seperti dikutip dari Times of India.

Kesimpulan tersebut mengacu pada area otak yang mengatur ganjaran dan motivasi pada otak. Area tersebut merupakan bagian dari dopamin ventral tegmental area (VTA).

"Pada penelitian terbaru, VTA menunjukan respons yang besar pada pencitraan pasangan jangka panjang, jika dibandingkan dengan teman dekat atau wajah orang lain," kata Aron.

Acevedo dan Aron menjelaskan data pencitraan otak pada pasangan yang telah lama hidup bersama menunjukkan ganjaran nilai yang terkait dengan pasangan jangka panjang. Hal ini sangat mungkin dipertahankan, dan mirip seperti tumbuhnya cinta yang baru.

Selain itu, hasil penelitian mendukung teori yang mengungkapkan bahwa kemungkinan ada mekanisme otak tertentu yang membuat cinta romantis mengalami berkelanjutan dalam beberapa hubungan jangka panjang. (pie)

Wajib Tahu Sebelum Bilang "Aku Cinta Kamu"




Banyak situasi yang membuat seorang wanita akhirnya mengatakan "aku cinta kamu" pada pasangannya. Tetapi pada beberapa kasus, ungkapan perasaan tulus tersebut justru terasa tidak tepat.

Menurut Josh Ackerman, psikolog dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, reaksi pria saat mendengar ungkapan cinta dari pasangannya bisa lebih romantis atau justru sebaliknya. Untuk mengetahui secara detail reaksi pria terkait ungkapan cinta, ia melakukan survei 250 pria dan wanita heteroseksual.

Survei berupa pertanyaan seputar ungkapan "aku cinta kamu". Termasuk pengalaman dan proses mengungkapkannya. Seperti dilansir dari Shine, hasilnya terdapat tiga perbedaan, berdasarkan perspektif pria.

1. Saat ingin mengatakan pada "Si Takut Komitmen"
Menurut Ackerman, pria yang tidak ingin memiliki hubungan serius, lebih suka mendengar ungkapan "I love you" sebelum berhubungan seks. Ia berteori karena hal itu sangat tidak romantis.

Tiga kata tersebut menurut Ackerman diterjemahkan oleh otak pria sebagai cara untuk mempercepat melakukan hubungan seksual. Jadi, tampaknya Anda harus berpikir ulang mengatakan perasaan cinta padanya.

2. Saat ingin mengatakan pada "Si Ingin Menikah"
Pria yang ingin memiliki komitmen serius dalam hubungan, lebih suka mendengar ungkapan cinta setelah bermesraan. Hal itu menandakan kalau mereka ingin kebersamaan jangka panjang. Kebalikan dari "Si takut Komitmen", pria tipe ini justru sangat senang mendengar bisikan "aku cinta kamu", setelah berhubungan seksual.

3. Saat ingin menunggu si dia yang mengucapkannya lebih dulu
Bukan masalah jika Anda tidak ingin mengungkapkannya lebih dulu. Wanita memang cenderung menunggu ungkapan cinta pria, meskipun sudah menjalin hubungan cukup lama.

Meskipun hasil survei menunjukan 64 persen percaya bahwa kebanyakan wanita yang memulai pembicaraan. Tetapi menurut Ackerman, secara keseluruhan pria lah yang mengungkapkannya lebih dulu.

"Wanita memang lebih emosional dan pria cenderung menyembunyikan perasaannya. Tetapi hal itu justru tidak terlihat dalam hal mengungkapkan perasaan cinta,"